mysterious of Love

Cinta bisa membuat manusia menjadi gila, mabuk kepayang, kurang perhitungan atau seperti hidup di Dunia berbeda. Ada pria yang begitu mencintai Sang perempuan. Atau, ada perempuan yang begitu mendambakan cinta dari pria idaman. Variasi kisah yang melibatkan cinta bisa begitu banyak. Dan novel yang bertutur tentang cinta, lagu-lagu yang melantunkan tentang cinta, syair-syair cinta pun tak terbilang. Namun cinta, juga di kenal sebagai unsur yang begitu menggerogoti hati dan pikiran Manusia. Cinta, baik yang kesampaian maupun yang tidak kesampaian sama sekali, tetap saja menyita pikiran untuk menjalaninya. Disinilah, cinta tekadang mengalami benturan dengan norma-norma Agama. Apalagi kala cinta dianggap bagian dari nafsu birahi. Sementara di satu sisi , manusia dianjurkan untuk menekan nafsu birahinya sekuat tenaga, sampai menghasilkan kesadaran dan kontrol sempurna. Apakah seseorang beragama benar-benar dituntut untuk menekan nafsu birahinya menuju titik nol, atau bahkan minus? Apakah cinta selalu berwujud nafsu birahi antara laki-laki dan perempuan, sehingga sebaiknya dihindari sampai waktunya menurut kaidah Agama boleh diumbar? Apakah hubungan laki-laki dan perempuan yang saling mencintai berarti saling mengumbar nafsu? Sehingga harus dibentur-benturkan dengan Agama sebagai pegangan? Segenap pertanyaan ini menjadi rumit untuk dicari jawabannya kala cinta sepasang kekasih mesti dijalani dalam kubangan Agama dan kultur.
Sebenarnya kalau kita ngomongin tentang cinta tidak akan pernah ada habis-habisnya. Sebab cinta ada sejak manusia dilahirkan ke dunia oleh tuhan. Cinta merupakan anugerah Tuhan yang paling mulia dibandingkan yang lain. Tuhan menciptakan makhluknya dengan cinta, karena cintalah manusia ada.
Kehadiran cinta di mata manusia tidak dapat ditolak lagi. Cinta adalah ruh manusia. Ruh yang menggerakkan manusia untuk berkehendak, berkomunikasi, bertetangga, dan bahkan berhubungan. Maka jika ruh itu hilang, manusia tidak lagi dibimbing oleh kasih sayang. Sehingga manusia tersebut hanya dirasuki oleh hasutan Syetan, yakni kebencian, kesombongan, kedurhakaan dan lain-lain.

Read more...
Last Updated ( Tuesday, 19 May 2009 06:27 )